Jika manajemen perusahaan mencatat dan melaporkan data keuangan seperti yang diinginkannya, maka perbandingan antara perusahaan akan sulit, bahkan tidak mungkin. Oleh karena itu, akuntan keuangan mengikuti Prinsip-prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum (generally accepted accounting principles-GAAP) dalam membuat laporan. Laporan-laporan tersebut memungkinkan investor dan para pemegang saham untuk membandingkan perusahaan yang satu dengan yang lainnya.
Pembahasan ini menekankan pada prinsip-prinsip dan konsep-konsep akuntansi. Penekanan ditujukan pada "mengapa" dan "bagaimana" sehingga anda akan mendapatkan pemahaman penuh mengenai pentingnya akuntansi. Bagian berikut akan membicarakan konsep entitas atau satuan usaha dan prinsip biaya.
Konsep Entitas Usaha
Satu unit entitas usaha yang berdiri sendiri merupakan entitas usaha atau satuan usaha dimana data ekonomi perlu disiapkan. Konsep Entitas Usaha (business entity concept) ini penting karena membatasi data ekonomi dalam sistem akuntansi terhadap data yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha. Dengan kata lain, perusahaan dipandang sebagai entitas terpisah dari pemilik, kreditor, atau pihak yang berkepentingan lainnya.
Konsep Biaya
Merupakan dasar untuk membukukan harga pertukaran, atau biaya, ke dalam catatan akuntansi. Penggunaan konsep biaya melibatkan dua konsep akuntansi penting lainnya yaitu objektivitas dan unit pengukuran. Konsep Objektivitas mensyaratkan bahwa catatan dan laporan akuntansi harus didasarkan pada bukti objektif. Dalam pertukaran antara penjual dan pembeli, keduanya mencoba atau berusaha mendapatkan harga terbaik. Hanya harga akhir yang disepakati merupakan bukti objektif untuk tujuan akuntansi. Konsep Unit Pengukuran mensyaratkan data ekonomi dicatat dalam satuan mata uang. Uang merupakan unit pengukuran yang biasa digunakan untuk menghasilkan laporan dan data keuangan yang seragam.






